KERATON KACIREBONAN
Keraton Kacirebonan merupakan salah satu peninggalan sejarah dan pusat kebudayaan yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Cirebon. Keraton ini didirikan pada tahun 1808 oleh Muhammad Khaerudin, Putra Mahkota Raja Kanoman IV, sebagai simbol berdirinya pemerintahan dan kedaulatan Keraton Kacirebonan. Pendirian keraton ini menandai babak baru dalam dinamika sejarah kesultanan di wilayah Cirebon.
Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2,5 hektar, kawasan Keraton Kacirebonan tidak hanya berfungsi sebagai kediaman keluarga keraton, tetapi juga sebagai pusat kegiatan adat, budaya, dan spiritual masyarakat Cirebon. Tata ruang keraton mencerminkan perpaduan nilai-nilai budaya lokal dengan pengaruh Islam, yang tercermin dalam arsitektur, tata letak bangunan, serta filosofi yang terkandung di dalamnya.
Keraton Kacirebonan menyimpan beragam koleksi benda-benda kuno yang memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Cirebon. Koleksi tersebut antara lain berupa pedang dan senjata pusaka, mata uang kuno dari berbagai periode, keramik peninggalan masa lampau, arsip surat kabar lama, serta buku-buku kuno yang memuat catatan sejarah, keagamaan, dan kebudayaan. Seluruh koleksi ini dirawat dan disimpan dengan baik sebagai upaya pelestarian warisan budaya bagi generasi mendatang.
Sebagai lembaga adat, Keraton Kacirebonan hingga kini tetap konsisten menjaga, melestarikan, dan menjalankan tradisi-tradisi leluhur. Salah satu tradisi adat yang masih dilaksanakan secara rutin dan sakral adalah Upacara Panjang Jimat, yang diselenggarakan setiap tanggal 12 Maulud dalam penanggalan Hijriah. Upacara ini merupakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus ritual adat yang sarat dengan nilai spiritual, sejarah, dan kebudayaan.
Melalui pelestarian tradisi, perawatan benda-benda bersejarah, serta peran aktif dalam kegiatan kebudayaan, Keraton Kacirebonan terus berkontribusi dalam menjaga identitas dan warisan budaya Cirebon. Keberadaan keraton ini menjadi simbol kesinambungan sejarah serta sumber pembelajaran budaya bagi masyarakat lokal maupun para pengunjung.